Perbedaan White Box dan Black Box
Perbedaan White Box dan Black Box :
White Box (Struktural)
- Dilakukan oleh penguji yang
mengetahui tentang QA.
- Melakukan testing pada
software/program aplikasi menyangkut security dan performance program tersebut
(meliputi tes code, desain implementasi, security, data flow, software
failure).
- Dilakukan seiring dengan tahapan
pengembangan software atau pada tahap testing.
Black Box (Fungsional)
- Dilakukan oleh penguji Independent.
- Melakukan pengujian berdasarkan apa
yang dilihat, hanya focus terhadap fungsionalitas dan output. Pengujian lebih
ditunjukkan pada desain software sesuai standard an reaksi apabila terdapat
celah-celah bug/vulnerabilitas pada program aplikasi tersebut setelah dilakukan
white box testing.
- Dilakukan setelah white box testing.
Sumber :
Tahapan Uji pada Fase Pemrograman
Tahapan uji atau pengujian modul
merupakan langkah ke-6 di fase pemrograman. Pada tahap ini programmer menguji
modul dengan menetapkan lingkungan yang tepat, menyediakan beberapa input,
membiarkan modul langsung memproses secara logik dan mendapatkan hasilnya.
Beberapa input mungkin tidak sebenarnya, terutama jika modul tersebut tidak menyediakan
input yang sebenarnya.
Modul tersebut harus diuji melalui dua
tahap, tahap pertamanya disebut pengujian “White Box”. Programmer harus
mengetahui isi di dalam modul dan menyediakan data pengujian, sehingga
masing-masing path logical dalam program dapat dieksekusi.
Tahap Kedua
disebut pengujian “Black
Box”. Dalam pengujian ini, programmer mengabaikan bagian dalam dari modul –
data disediakan secara berurut dan dianggap seperti pemakaian sebenarnya.
Sumber :
Etika dan Profesionalisme (Tugas 2)
1. Jelaskan
motif-motif yang mendasari penyalahgunaan etika dalam teknologi sistem
informasi sehingga menyebabkan seseorang atau pihak lain terganggu!
- Motif intelektual yaitu kejahatan yang dilakukan
hanya untuk kepuasan pribadi dan menunjukkan bahwa dirinya telah mampu untuk
merekayasa dan mengimplementasikan bidang teknologi informasi. Kejahatan dengan
motif ini pada umumnya dilakukan secara individu.
- Motif ekonomi, politik, dan criminal yaitu
kejahatan yang dilakukan untuk keuntungan pribadi atau golongan tertentu yang
berdampak pada kerugian secara ekonomi dan politik pada pihat lain. Kejahatan dengan
motif ini pada umumnya dilakukan secara korporasi atau kelompok.
2. Tindakan
apa yang harus dilakukan untuk mengatasi gangguan akibat penyalahgunaan etika
dalam teknologi sistem informasi!
Karena banyaknya tindak kejahatan dalam
penyalahgunaan teknologi sistem informasi, maka dari itu kita perlu melakukan
beberapa tindakan pengamanan. Berikut beberapa tindakan yang dapat dilakukan
untuk mengatasi gangguan tersebut :
- Mengganti password secara berkala.
- Menggunakan security software yang terbaru dan
baik.
- Cek alamat tautan/URL.
- Tidak mengekspos data diri pribadi ke internet.
3. Sebutkan
dan jelaskan salah satu contoh kasus yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari
yang berkaitan dengan penyalahgunaan etika dalam etika teknologi sistem
informasi!
Salah satu contoh kasus yang terjadi yaitu kasus
hacking. Modus ini biasanya dilakukan untuk menipu atau mengacak-acak data
sehingga pemilik aslinya tidak dapat mengaksesnya kembali. Contohnya menghacking
akun social media orang lain sehingga pemilik akun tidak dapat membukanya
kembali atau menyebarkan data pemilik akun secara bebas tanpa izin.
Sumber :
https://praptoprasojo.wordpress.com/author/praptoprasojo/
http://indonesiakuindonesia.blogspot.co.id/2015/04/contoh-kasus-cybercrime-di-indonesia.html
Sumber :
https://praptoprasojo.wordpress.com/author/praptoprasojo/
http://indonesiakuindonesia.blogspot.co.id/2015/04/contoh-kasus-cybercrime-di-indonesia.html
Etika dan Profesionalisme
Tugas 1 Etika dan
Profesionalisme TSI
1. Jelaskan
faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pelanggaran etika dalam
teknologi sistem informasi!
Salah satu faktor
penyebab pelanggaran etika dalam teknologi sistem informasi adalah makin
merebaknya penggunaan internet. Jaringan luas komputer tanpa disadari para
pemiliknya di sewakan kepada spammer (penyebar email komersial) froudster
(pencipta setus tipuan), dan penyabot digital.
Terminal2 jaringan
telah terinfeksi virus komputer, yang mengubah komputer menjadi zombie
contohnya di bandung banyak warnet yang menjadi sarang kejahatan komputer. Faktor
lain yang menjadi pemicu adalah makin merebaknya intelektual yang tidak
beretika.
Faktor penyebab pelanggaran kode etik profesi teknologi
informasi :
1)
Tidak
berjalannya control dan pengawasan dari masyarakat.
2)
Organisasi
profesi tidak di lengkapi denga sarana dan mekanisme bagi masyarakat untuk
menyampaikan keluhan.
3)
Rendahnya
pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik profesi, karena buruknya
pelayanan sosialisasi dari pihak prepesi sendiri.
4)
Belum
terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi IT untuk menjaga
martabat luhur profesinya.
5)
Tidak
adanya kesadaran etis da moralitas diantara para pengemban profesi TI untuk
menjaga martabat luhur profesinya.
2. Bagaimana
cara untuk mengurangi pelanggaran etika dalam teknologi sistem informasi,
jelaskan!
Dengan
beberapa cara, pelanggaran etika dalam teknologi sistem informasi dapat
dikurangi, yaitu :
1)
Mempertimbangkan pemakaian teknologi
informasi dalam pendidikan, khususnya untuk anak dibawah umur yang masih harus
dalam pengawasan teknologi informasi dan menganalisis untung rugi pemakaiannya.
2)
Untuk mencegah kecanduan, orang tua perlu
membuat kesepakatan dengan anak soal waktu pemakaian komputer. Sehingga pada
usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat mengatur waktu dengan baik.
3)
Tidak menjadikan teknologi informasi sebagai
media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran. Misalnya tidak hanya
mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya
berkunjung ke digital library namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.
3. Berikan
contoh pelanggaran eteknologi informasia teknologi sistem informasi dalam
kehidupan sehari-hari bagaimana cara penanggulangannya!
Contoh
kasus :
Dengan
berkembangnya teknologi informasi saat ini, hal apapun kini harus menggunakan
email untuk pendaftaran atau melakukan hal lainnya seperti pembayaran kebutuhan
sehari-hari. Memberitahukan seseorang tentang password pribadi milik orang lain
yang merupakan akun yang tidak dapat dipindah-tangankan. Sehingga akun dapat
disalah gunakan sebagai tindak kejahatan.
Penanggulangannya
:
Dengan
menjaga kerahasiaan password akun sehingga tidak disalah gunakan. Jangan pernah
mencatat password akun penting ditempat yang mudah orang lain lihat, jangan
memberi tahukan password ke orang lain baik itu orang terpercaya ataupun tidak
dan gunakan pengamanan ganda pada akun yang bersangkutan.

